Posts

Revitalisasi Hutan Kota Malabar bukan sebagai fungsi Hutan melainkan Lahan

Image
Akhir-akhir ini gencar sekali pemberitaan online tentang rencana revitalisasi Hutan Kota Malabar oleh Pemkot Malang bersama PT Otsuka. Rencana revitalisasi hutan seluas 16.000 m2 itu berbuntut terhadap gejolak penolakan oleh warga Malang. Pasalnya RTH Kota Malang justru akan berkurang apabila satu-satunya hutan yang tersisa ini beralih fungsinya.
Sebelum cukup jauh membahasnya mari kita lihat gambar di bawah ini. Gambar di bawah ini adalah Master Plan Revitalisasi Hutan Kota Malabar. Kelihatannya cukup menarik bentuk dari Hutan Kota Malabar beberapa tahun ke depan. Ingat!! Dari sisi “manusia” memang menarik tapi dari segi konservasi sama sekali tak menarik.



Mari kita bahas judul postingan ini, Revitalisasi Hutan Kota Malabar bukan sebagai fungsi “Hutan” melainkan “Lahan”. Judul tersebut murni sudut pandang dari saya, kalau orang lain mungkin berbeda-beda sudut pandangnya. Kata kunci yang terpenting di sini adalah “REVITALISASI”. Revitalisasi itu apa sih?? Mari kita lihat artinya dalam …

[Manual] Input Data GPS ke QGIS dengan Bantuan Notepad dan Ms Excel

Image
Postingan kali ini membahas tentang Quantum GIS (lagi). Nah setelah di postingan sebelumnya berbagi trik ruwet bin tewur maka kali ini saya akan membagikan trik gampang bin kesel. Ckckck… Pada postingan sebelumnya telah dibahas cara memasukkan data hasil GPS ke QGIS via Mapsource. Nah untuk kali ini kita akan menggunakan cara manual dalam menginput koordinat. Sering kali waktu kita menandai lokasi, kita tidak langsung menyimpan datanya di GPS melainkan dicatat atau difoto. Hal ini dikarenakan marking dengan GPS setidaknya harus paham atau tahu cara marking. Di sisi lain, marking di GPS mungkin sedikit lelet bagi yang tidak ahli. Kalau saya sendiri markingnya juga masih manual dengan cara difoto. Maksudnya ketika GPS menunjukkan suatu koordinat tertentu maka GPS tadi saya foto pakai kamera. Hehe… Kenapa kok difoto?? Mengingat marking skill saya masih lemot dan yang dimarking itu banyak, jadinya pakai manual. Selain itu dikejar waktu juga, karena penelitian di musim hujan jadi sebelum …

Crepuscular Rays : Sebuah Fenomena Jumprit Singit Antara Awan & Matahari

Image
Seberapa sering kamu melihat langit dalam satu hari? Kalau untuk sekedar melihat pasti sudah sering ya. Tapi kalau untuk mengamati ada apa di langit, sering juga ga? Pastinya kalau mengamati langit mungkin jarang. Nah, untuk tulisan kali ini akan dibahas tentang fenomena yang ada di langit. Fenomena ini terjadi karena keduanya lagi maen “jumprit singit” (red: petak umpet) di langit. Begini penampakan fenomenanya biar ga bingung. Penampakan di atas menjelaskan tentang adanya fenomena Crepuscular Rays. Fenomena ini dapat terjadi ketika sinar matahari berada dibalik awan. Kemudian sebagian sinar matahari ini terhalang dan sebagian lagi dapat menembus celah awan. Hal ini menyebabkan ilusi optik yang membuat pengamat seolah-olah melihat "celah cahaya". Untuk lebih jelasnya, bisa dilihat formasinyadi sini. Fenomena Crepuscular Rays ini bisa terjadi di saat matahari terbit maupun di saat matahari terbenam.

Berikut ini beberapa foto tentang Crepuscular Rays yang berhasil didokumentasi…

Ketika Hobi & Skripsi Berpadu Dalam Satu Gambar

Image
“Apa kabar skripsimu bro??”. Pernah dengar pertanyaan seperti itu ga? Bagi mahasiswa tingkat akhir pasti uda sering banget dengernya. Bahkan bagi beberapa mahasiswa, pertanyaan seperti itu sangat tabu untuk didengar. Seakan-akan pingin nyumpahi temen yang mengucap kalimat terlarang itu. Ckckck….
Menyusun skripsi itu penuh suka dan duka. Mungkin kalau dipikir-pikir kebanyakan dukanya. Apalagi kalau penelitian gagal, berkali-kali revisi ga diterima, ngeprint berlembar-lembar dll. Kalau uda kaya gitu, mesti bilang “sakitnya tuh di sini (ngelirik isi dompet)”. Hoho…. Namun itu semua kan pengorbanan untuk dapat gelar “Sarjana” toh. Semakin menjiwai dan mengilhami penelitian sendiri, maka pasti tak akan susah deh. Hehe….
Sebagai alumni Biologi, topik yang saya ambil waktu skripsi yaitu tentang pemetaan. “Loh, biologi kok ambil topiknya pemetaan, bukannya itu bidang ilmu Geografi? “. Loh ilmu itu memang terkotak-kotak, ada ruang lingkupnya sendiri, tapi tidak berdiri sendiri, melainkan sal…