Ketika Hobi & Skripsi Berpadu Dalam Satu Gambar




“Apa kabar skripsimu bro??”. Pernah dengar pertanyaan seperti itu ga? Bagi mahasiswa tingkat akhir pasti uda sering banget dengernya. Bahkan bagi beberapa mahasiswa, pertanyaan seperti itu sangat tabu untuk didengar. Seakan-akan pingin nyumpahi temen yang mengucap kalimat terlarang itu. Ckckck….

Menyusun skripsi itu penuh suka dan duka. Mungkin kalau dipikir-pikir kebanyakan dukanya. Apalagi kalau penelitian gagal, berkali-kali revisi ga diterima, ngeprint berlembar-lembar dll. Kalau uda kaya gitu, mesti bilang “sakitnya tuh di sini (ngelirik isi dompet)”. Hoho…. Namun itu semua kan pengorbanan untuk dapat gelar “Sarjana” toh. Semakin menjiwai dan mengilhami penelitian sendiri, maka pasti tak akan susah deh. Hehe….

Sebagai alumni Biologi, topik yang saya ambil waktu skripsi yaitu tentang pemetaan. “Loh, biologi kok ambil topiknya pemetaan, bukannya itu bidang ilmu Geografi? “. Loh ilmu itu memang terkotak-kotak, ada ruang lingkupnya sendiri, tapi tidak berdiri sendiri, melainkan saling melengkapi. Yang menjadi fokus penelitian memang pemetaan tapi yang dipetakan itu tumbuhan (porang – Amorphophallus muelleri Blume). Jadi, unsur biologinya ada dan unsur geografinya juga ada. Hehe…. Nah enaknya topik skripsi ini yaitu kerjanya tidak di dalam laboratorium tapi di lapang. Karena lingkup penelitiannya se-Malang Raya, ya sudah bisa ditebak kalau harus keliling searea itu. Ngobok-ngobok pedalaman buat menemukan porang ternyata ga mudah tapi ya dinikmati saja. Lha My Trip My Adventure kan, ckckck…..

Nah, kalau ngobok-ngoboknya sudah selesai baru datanya diolah dan dibuat petanya. Sebagai mahasiswa, pasti seneng yang gratisan, makanya software yang dipakai juga gratisan alias freeware. Quantum GIS adalah salah satu program GIS gratisan yang cukup mumpuni untuk membuat peta. Mudah untuk digunakan dan tidak kalah hasil outputnya dengan ArcGIS yang harga lisensinya berjuta-juta (bisa kering kerontang tuh isi dompet, ckckck).

Dibalik penggarapan skripsi yang areanya Se-Malang Raya ternyata ada misi terselubung di belakangnya. Sembari eksplorasi porang, kita juga eksplorasi kupu-kupu di tempat yang dikunjungi. Hunting kupu-kupu sudah menjadi hobi sejak ditulari virus makro-makroan dan Alhamdulillah masih konsisten sampai sekarang. Jadi setidaknya sudah 2 tahun terakhir ini ngejar kupu-kupu (siang). Hehe… Nah, kalau persebaran porang bisa dipetakan, berarti persebaran kupu-kupu juga bisa. Jadi di sini hasil skripsi ga sia-sia. Datanya masih bisa dipakai dan dimodif untuk keperluan pemetaan kupu-kupu. Hoho…

Berikut ini beberapa hasil perpaduan antara hobi dengan hasil skripsi yang tertuang dalam gambar peta persebaran. Gambar atas merupakan hasil screen shot dari database MS Access (masih tahap pengerjaan) sedangkan gambar bawah itu hasil garapan QGIS + foto makro si kupu. Go.. Database Kupu-Kupu Malang Raya... (mimpi itu belum pudar termakan waktu).

========================================================================
Catochrysops strabo | Faldy Alifianto - 2013
========================================================================

========================================================================
Papilio memnon | Agung Sih Kurnianto - 2013
========================================================================

========================================================================
Lethe confusa | Bernadeta Putri Irma Dalia - 2013
========================================================================

========================================================================
Lethe europa | Hamdani Dwi Prasetyo - 2013
========================================================================

Sementara ini yang menjadi kontributor hanyalah teman seperhuntingan. Biarpun kontribusi kami untuk konservasi tidak besar tapi setidaknya kami sudah mulai beraksi. Daripada debat terus menerus merencanakan aksi tapi ujung-ujungnya pergerakan untuk konservasi g ada. Hehe... 

Terima kasih banyak khususnya untuk Pembimbing Skripsi saya Pak Brian Rahardi dan Ibu Rodliyati Azrianingsih, atas semua ilmu yang telah diberikan. Dan tidak lupa pula sohib-sohib seperjuangan Panda, Agung, Berna, Ham2 yang selalu menemani di saat hunting. Semoga kontribusi kita untuk konservasi tidak sia-sia kawan. Amiin..... 



"ilmu itu memang terkotak-kotak
ada ruang lingkupnya sendiri
tapi tidak berdiri sendiri
melainkan saling melengkapi"





      

Comments

Popular posts from this blog

[Manual] Input Data GPS ke QGIS dengan Bantuan Notepad dan Ms Excel

Input Koordinat dari GPS ke Quantum GIS via MapSource dan Google Earth [Trik Rumit ^_^]

Si Kuning yang Istimewa dari Belantara Coban Rais